setiap tanggal 30 Rajab setiap tahunya, Tanggal
pelaksanaan Upacara tersebut bertepatan dengan peringatan
Penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono yang ke sepuluh
sebagai Sultan Ngayojokarto Hadiningrat. Dalam Upacara
Labuhan Merapi ini diawali dengan Upacara Slamatan
(Kenduri bahasa jawa) pada malam hari sebelum berangkat
mengantar berbagai macam sesaji untuk dibawa ke Kendit
gunung merapi oleh Juru Kunci Merapi yaitu Mbah Marijan,
guna memperoleh berkah dan wujud permohonan untuk
memperoleh keselamatan dan kesejahteraan bagi warga
masyarakat di sekitar Gunung Merapi pada Kushusnya dan
Masyarakat Yogyakarta pada Umumnya. Setelah dilakukan
sesaji , Mbah Marijan melapor ke Kraton Jogjakarta dengan
oleh oleh (buah tangan) sebagai bukti bahwa labuhan telah
selesai di lakukan. Pelaksanaanya di Halaman Rumah Mbah
Marijan selama 3 hari.
Dan rangkaian kegiatan Labuahan Merapi ini banyak sekali,
sehari sebelum pelaksanaan telah diadakan berbagai atraksi
Kesenian yang ada di wilayah Kabupaten Sleman, seperti
Wayang kulit, Kuda Lumping, Kethoprak, Wayang Orang,
Campursari, Dangdut, Frakhmen tari dan yang lainya. Jadi
kegiatan ini melibatkan berbagai lapisan masyrakat, dan di
dukung oleh instansi pemerintahan terkait dari mulai
pemerintah Desa sampai pemerintah Kabupaten. Waktu
pelaksanaan semua Tamu Undangan diwajibkan memakai pakaian
adat jawa, dan acara ini tidak hanya di liput media cetak
maupun elektronik indaonesia saja. Wartawan dari Luar
Negri juga tidak mau ketinggalan untuk meliput atau
mengabadikan kegiatan ini.sumber: pemkab sleman
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar